Alasan dibalik "Lunturnya" kuliner tradisional

Alasan dibalik "Lunturnya" kuliner tradisional


Luasnya wilayah Indonesia membuat menyebabkan beragam jenis makanan yang sangat khas daerahnya. Makanan tersebut tidak jarang menjadi ikonik untuk dearahnya masing-masing. Namun sayangnya karena semakin banyaknya para kreator kuliner dalam menciptakan makanan-makanan yang sedap dipandang mata dan juga dilidah mengakibatkan makanan tradisional menjadi semakin terkikis. Memang tidak semua, namun ada banyak kuliner tradisonal yang sudah mulai susah sekali untuk ditemukan. Lalu apa saja yang membuat kuliner tradisional semakin tenggelam?

1. Minimnya penjual kuliner tradisional


Semakin banyaknya restoran baru yang membuka lahan di banyak daerah menjadikan tempat-tempat dagang kuliner tradisional semakin tipis, semakin jarang penjual kuliner tradisional yang hanya menjual makanannya di daerah atau mungkin di pasar saja, menjadikan makanan atau kuliner tradisional susah ditemui dan juga dijangkau oleh pembeli yang semakin hari semakin sibuk.

2. Banyaknya makanan instan yang bermunculan

Dizaman yang serba modern ini, dimana kita dituntut untuk serba cepat, akan sulit bagi pembeli jika harus pergi ke daerah tertentu hanya untuk membeli satu kuliner tradisional yang letaknya jauh, sedangkan pembeli hanya memilki sedikit waktu untuk beristirahat, maka pembeli akan memilih untuk membeli makanan cepat saji, ditambah lagi jika pembeli memang tidak mau untuk pergi keluar, maka pembeli akan menggunakan jasa kirim agar makanan bisa dibayar di rumah. Hal ini tentu semakin membuat makanan tradisional semakin terpuruk

3. Kreator makanan dengan tampilan dan rasa yang oke punya

Memang sudah wataknya jika manusia memang memiliki rasa keingintahuan yang luar biasa, maka dengan tampilan yang menggugah selera, dijamin akan banyak orang yang akan mencoba untuk merasakan makanan, sedangkan untuk kuliner tradisional jarang ditemui tampilan-tampilan menarik, tampilannya hanya begitu begitu saja,

4. Kurangnya metode pemasaran

Jika kuliner tradisional hanya memasarkan produk hanya dari mulut ke mulut, maka jaringan pemasaran yang digunakan oleh para pemilik restoran akan memasarkan melaui media sosial yang sudah banyak diakses oleh orang-orang, sperti Instagram, Youtube, Facebook dan lain-lain. Dari hal ini saja bisa dirasakan jika para penjual kuliner tradisional kalah saing

5. Tidak adanya penerus usaha kuliner tradisional

Anak-anak muda jaman sekarang jarang sekali yang bisa memasak makanan yang menggunakan begitu banyak bahan rempah, kebanyakan dari mereka biasanya lebih memilih untuk memasak makanan yang dirasa mudah.


6. Perbedaan rasa 

Terkadang meskipun satu generasi, rasa yang dihasilkan memiliki perbedaan yang membuat pelanggan beralih ke penjual yang lain. Entah kurang belajar atau memang ingin menciptakan rasa baru, tapi faktanya banyak pelanggan yang beralih karena penjual tidak memiliki rasa masakan yang sama.

7. Tempat dangang 


Jika membeli makanan tradisional kita menemui penjual yang hanya memiliki tempat seadanya, berbeda dengan pengusaha restoran yang memang menyiapkan lokasi bagus dan strategis agar pembeli berdatangan.




Mungkin masih banyak faktor-faktor yang menyebabkan makanan tradisional susah ditemukan, tetapi masih banyak juga makanan tradisional yang mampu bersaing dan tidak terkikis oleh perkembangan zaman. Tapi yang perlu digaris bawahi adalah, sebuah kuliner tradisional perlu untuk melakukan penyesuaian dari segi tampilan dan juga pemasaran agar makanan yang dihasilkan tetap berdiri dan menjadi icon di dearahnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kurikulum Kesengsaraan, untuk anak lebih baik

Bangga Jadi Indonesia