Kurikulum Kesengsaraan, untuk anak lebih baik
Kurikulum Kesengsaraan, untuk kehidupan anak yang lebih baik
Hidup anak kecil sekarang serba mudah, serba instan dan juga lebih dinamis, jika harus dibandingkan dengan kehidupan kita yang sudah memasuki usia kepala empat. Jika dulu sekolah adalah sebuah kehormatan maka sekarang sekolah adalah hal lumrah yang sudah bisa ditemukan dimana saja. Jika dulu seorang anak harus berusaha keras untuk bisa sampai ke sekolah.
Bangun pagi-pagi buta, membantu ibu dirumah merapikan rumah, kemudian baru mandi dan berangkat sekolah. Ada juga anak-anak yang harus bergantian baju dan buku sekolah dengan saudaranya hanya untuk pergi ke sekolah. Jika mereka ingin membeli kue biasanya mereka akan membantu seseorang terlebih dahulu agar nanti bisa mendapatkan upah atau malah membantu orang tua berjualan agar bisa mendapatkan uang yang bisa mereka gunakan untuk membeli sesuatu yang mereka inginkan.
Tapi faktanya hal-hal itu memberikan dampak positif yang banyak saat mereka beranjak dewasa, anak-anak yang dibesarkan dengan keadaan yang sulit dimana mereka harus berusaha terlebih dahulu agar apa yang mereka inginkan tercapai, akan terbiasa untuk selalu berusaha keras dalam mewujudkan cita-citanya. Selain itu mereka cenderung mudah bersosialisasi dengan orang lain. Anak yang sejak dini sudah terbiasa hidup dalam lingkungan sosial dimana mereka di push untuk bisa hidup mandiri dan juga tentunya dengan situasi dan kondisi sosial yang cukup sulit sehingga mereka akan selalu berupaya bagaimana cara mendapatkan sesuatu.
Mungkin kini banyak anak yang tidak dididik seperti itu, karena sudah banyak orang tua yang sudah mencukupi kebutuhan anak mereka dengan memberi uang dan uang. Sebagai orang tua seharusnya mendidik anak dengan baik. Dengan memberi pemahaman kepada anak tentang bagaimana cara anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang baik. Ditambah lagi, orang tua perlu mengingat jika tidak semua permintaan anak harus dituruti. Dengan tidak menuruti semua permintaan anak, anak akan lebih terstimulasi untuk memahami kenapa orang tua tidak memberi apa yang diminta si anak.
Mungkin jika diperlukan orang tua juga harus membatasi tunjangan-tunjangan yang melekat pada diri anak. Seperti gadget, kartu atm dan yang lain-lain. Dijaman sekarang gadget memang bukan lagi sebuah keinginan, melainkan sebuah kebutuhan. Tetapi dengan membatasi tunjangan pada anak, maka cara berpikir anak akan lebih kreatif, anak akan berpikir bagaimana saya keluar dari masalah ini, bagaimana cara anak akan bisa mendapatkan apa yang diinginkan oleh anak dengan usaha mereka.
Tapi orang tua juga tidak boleh melepaskan tangan dari anak, orang tua harus terus mengawasi dan juga harus memberi pengertian pada anak jika orang tua melakukan ini kepada anak agar anak bisa berkembang dangan kemampuan sendiri dan tidak terus mengandalkan bantuan orang lain. Mungkin untuk sementara anaka akan menganggap orang tua tidak mempedulikan tapi dengan terus memberi pengertian kepada anak, maka suatu saat anak akan mengerti dengan sendirinya jika yang dilakukan oleh orang tua mereka sebenarnya adalah untuk kebaikan mereka sendiri.
Mungkin kini banyak anak yang tidak dididik seperti itu, karena sudah banyak orang tua yang sudah mencukupi kebutuhan anak mereka dengan memberi uang dan uang. Sebagai orang tua seharusnya mendidik anak dengan baik. Dengan memberi pemahaman kepada anak tentang bagaimana cara anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang baik. Ditambah lagi, orang tua perlu mengingat jika tidak semua permintaan anak harus dituruti. Dengan tidak menuruti semua permintaan anak, anak akan lebih terstimulasi untuk memahami kenapa orang tua tidak memberi apa yang diminta si anak.
Mungkin jika diperlukan orang tua juga harus membatasi tunjangan-tunjangan yang melekat pada diri anak. Seperti gadget, kartu atm dan yang lain-lain. Dijaman sekarang gadget memang bukan lagi sebuah keinginan, melainkan sebuah kebutuhan. Tetapi dengan membatasi tunjangan pada anak, maka cara berpikir anak akan lebih kreatif, anak akan berpikir bagaimana saya keluar dari masalah ini, bagaimana cara anak akan bisa mendapatkan apa yang diinginkan oleh anak dengan usaha mereka.
Tapi orang tua juga tidak boleh melepaskan tangan dari anak, orang tua harus terus mengawasi dan juga harus memberi pengertian pada anak jika orang tua melakukan ini kepada anak agar anak bisa berkembang dangan kemampuan sendiri dan tidak terus mengandalkan bantuan orang lain. Mungkin untuk sementara anaka akan menganggap orang tua tidak mempedulikan tapi dengan terus memberi pengertian kepada anak, maka suatu saat anak akan mengerti dengan sendirinya jika yang dilakukan oleh orang tua mereka sebenarnya adalah untuk kebaikan mereka sendiri.

Komentar
Posting Komentar