Kebahagiaan Dibalik Kepergianku

KEBAHAGIAAN DIBALIK KEPERGIANKU

Di pagi hari yang cerah Sanju duduk dibawah pohom besar yang ada di halama rumah sambil melukis. Sanju adalah gadis cantik yang selalu ceria. Disisi lain ada pemuda yang selalu memperhatikan Sanju dari kejauhan, pemuda tersebut bernama Danu. Danu menyukai Sanju sejak SMA tetapi Dia dulu adalah anak yang cupu sedangkan Sanju adalah perempuan yang populer disekolah jadi Dia tidak berani bertatap muka langsung dengan Sanju, yang Dia lakukan sampai 5 tahun terakhir hanyalah melihat dari kejauhan, meskipun penampilannya sudah berubah menjadi pemuda yang keren. 


Hingga suatu hari Danu ketahuan oleh sanju yang tidak sengaja melihatnya dibalik pepohonan dekat rumah sanju. Sanju menghampiri Danu yang bersembunyi dibalik pohon. Dengan hati-hati Sanju menanyakan maksud Danu bersembunyi di balik pohon. Mendengar jawaban Danu, Sanju terkejut ternyata selama ini Danu memperhatikan Dia secara diam-diam mulai dari SMA. Setelah kejadian itu Danu dan Sanju berteman, Danu sering kerumah Sanju atau hanya sekedar menemani Sanju mencari obyek lukisannya. 

Pada akhirnya Danu memiliki keberaniaan untuk menyatakan perasaannya pada Sanju dan diterima. Setelah beberapa bulan berpacaran keadaan Sanju memburuk dan ternyata penyakit kanker yan Ia derita sudah sampai stadium akhir. Iya selama ini Sanju menyembunyikan hal itu dari keluarganya. Dia mengetahui penyakit itu sejak 3 tahun lalu dan mnyembunyikan agar orang tuanya tidak khawatir. Karena keluarganya sudah banyak masalah apalagi orang tuanya mau bercerai, Sedangkan Kakanya Sanjana jarang di rumah dan suka pulang malam bahkan menjelang pagi. Alasan Sanjana sering keluar tak lain karena bosan mendengar pertengkaran orang tuanya. Akhirnya Sanju tidak punya pilihan lain selain menyembunyikan penyakitnya. 

Untungnya sekarang ada Danu yang setia menemaninya berobat dan selalu memberikan semangat, sampai pada akhirnya ajal menjemput. Sampai detik terakhir kepergian sanju orang tuanya tidak mengetahui. Setelah Danu mengabari orang tua Sanju Mereka menyesal karena tidak pernah memperhatikan anak mereka karena sibuk dengan urusan mereka sampai pada akhirnya harus kehilangan anak yang baik seperti Sanju yang tidak ingin orang tuanya merasa terbebani karena penyakitnya. Sepeninggalan Sanju orang tuanya tidak jadi cerai begitupun kakaknya yang tidak pernah lagi keluar malam. Sanjana merasa menyesal tidak pernah memperhatikan adiknya bahkan tidak pernah menanyakan kesedihannya. Sanjana merasa hanya Dia saja yang terpukul akan orang tuanya yang selalu bertengkar. Akhirnya keluarga Sanju menjadi harmonis. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kurikulum Kesengsaraan, untuk anak lebih baik

Alasan dibalik "Lunturnya" kuliner tradisional

Bangga Jadi Indonesia